Marcus Gideon soal Hasil All England: Raymond/Joaquin Luar Biasa, tapi...
Marcus Fernaldi Gideon, yang pernah dua kali juara All England, angkat bicara mengenai pencapaian ganda putra Merah Putih di All England 2026.
Indonesia puasa gelar di turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut. Sektor andalan ganda putra pun hanya mampu melangkah hingga babak semifinal.
Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi wakil terbaik Indonesia di sektor tersebut. Mereka dihentikan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dengan skor 19-21, 13-21 dalam perebutan tiket final pada Sabtu (7/3).
Hasil ini sekaligus memutus tradisi Indonesia yang dalam lebih dari satu dekade terakhir hampir selalu mengirim wakil ke final All England.
Marcus, juara All England 2017 dan 2018 bersama Kevin Sanjaya, menilai pencapaian Raymond/Joaquin tetap patut diapresiasi, meski secara keseluruhan hasil sektor ganda putra belum memenuhi ekspektasi.
"Kalau pencapaian Raymond/Joaquin menurut saya sudah luar biasa ya bisa sampai semifinal. Tapi targetnya mungkin bukan di situ, targetnya pasti ke Fajar/Fikri atau ke Leo/Bagas mungkin ya," kata Marcus saat ditemui di Gideon Badminton Hall, seperti dikutip Selasa (10/3/2026).
"Jadi, kalau dibilang pencapaian Raymond/Joaquin ya sangat baik tapi kalau buat pencapaian ganda putra ya agak kurang, kalau cuma sampai itu. Biasanya kan kita selalu minimum ada final lah."
Marcus mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab ganda putra Indonesia belum mampu menembus final.
"Nah, ini kurang tahu kenapa problemnya? Soalnya latihannya sudah bagus dan menurut saya, programnya di sana (Pelatnas PBSI) juga sudah lumayan, ada Pelatnas A, B, terus yang utama juga ada AB-nya jadi kalau juara katanya baru dapat (reward) next turnamen-nya," ujarnya.
"Kalau zaman saya mau kalah atau enggak, berangkat terus. Itu ada


