15 Pemain RI di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia 2025
PP PBSI merilis daftar nama atlet yang akan diturunkan di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia 2025. Totalnya ada 15 pebulutangkis.
Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

PP PBSI merilis daftar nama atlet yang akan diturunkan di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia 2025. Totalnya ada 15 pebulutangkis.
Indonesia hanya mengirim empat wakil ke China Masters 2026. PBSI menarik sejumlah pemain dengan alasan persiapan menuju Asian Games 2026.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tersingkir di perempatfinal Kejuaraan Dunia 2026. Mereka mengaku sulit keluar dari tekanan lawan.
Daniel Marthin langsung memasang target tinggi setelah kembali meraih gelar juara bersama Leo Rolly Carnando. Usai menjuarai Taipei Open 2026, Daniel membidik trofi di level yang lebih tinggi, China Masters 2026.
Jonatan Christie mendapat tantangan berat di Kejuaraan Dunia 2026. Jika jalur undian berjalan sesuai skenario, tunggal putra Indonesia itu berpotensi bertemu Lin Chun-Yi di babak 16 besar dan Victor Lai pada perempatfinal.
Jonatan Christie menerima tawaran PBSI untuk tampil di Asian Games 2026. Bagi Jonatan, Ajang olahraga multievent terbesar di Asia itu memang sudah masuk dalam daftar targetnya sejak awal tahun.
Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyambut positif kembalinya Nova Widianto ke Pelatnas PBSI. Mereka menilai Nova memahami detail permainan yang dibutuhkan pasangan ganda campuran.
Indonesia akan menjalani rangkaian event besar dalam waktu dekat. Mulai dari Kejuaraan Dunia, China Masters, dan Asian Games 2026.
Pelatih Kepala Ganda Putra PBSI Antonius Budi Ariantho mengomentari hasil Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang belakangan kurang maksimal. Apa katanya?