Pelatih Kepala Panjat Tebing Hendra Basir Bantah Lakukan Pelecehan Seksual
Hendra Basir kecewa dengan tuduhan dugaan pelecehan seksual kepadanya. Kepala pelatih panjat tebing Indonesia yang sudah dinonaktifkan itu juga membantahnya.
Nama Hendra mendadak ramai dibicarakan setelah muncul Surat Keputusan Penetapan yang dikeluarkan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI atas nama dirinya.
Dalam SK tersebut dijelaskan penonaktifkan tak lepas adanya aduan dari 8 (delapan) orang atlet panjat tebing, Pelatnas FPTI, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, kepada Ketua Umum Yenny Wahid mengenai dugaan adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Pelatnas FPTI.
Hendra saat dimintai klarifikasinya membantah telah melakukan hal yang dituduhkan. Menurutnya selama ia melatih panjat tebing sejak tahun 2012, pola latihan yang dilakukan selalu sama yakni tegas.
"Sejak dulu saya memang galak dalam menjalani latihan tapi itu dalam konteks membentuk mental atlet. Tapi kalau untuk yang sifatnya seperti yang dituduhkan itu tidak benar," kata Hendra kepada detikSport, Rabu (25/2/2025).
"Sementara soal hal-hal sensitif seperti pelecehan seksual, seperti katakan lah meraba-raba, itu sama sekali tidak pernah terpikirkan soal itu. Saya memang pernah memeluk dan mencium kening atau ubun-ubun atlet tapi itu terjadi saat mereka menangis ketika latihan atau pertandingan yang tidak sesuai harapan," ujarnya.
"Tapi untuk melakukan hal-hal pelecehan tidak pernah sama sekali terpikirkan oleh saya. Apa yang saya lakukan murni seperti kebiasaan saya kepada anak saya ketika akan berangkat sekolah," Hendra menambahkan.
"Tapi jika memeluk dan mencium kening dinilai sebagai tindakan pelecehan, ya saya menerima itu."
Sehubungan dengan status


