Kasus Pelecehan di Cabor, KOI: Jangan Diam, Atlet Harus Berani Bicara!
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengimbau para atlet, ofisial, dan pelaku olahraga untuk berani bicara jika mengalami perlakuan yang tidak sesuai norma.
Imbauan itu disampaikan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari di sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KOI ke-74 yang digelar di kawasan SCBD, Rabu (11/3/2026) malam.
Olahraga Indonesia tengah tercoreng akibat dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa atlet-atlet pelatnas panjat tebing. Terduga pelaku merupakan pelatih kepala panjat tebing Indonesia, Hendra Basir.
Selain panjat tebing, belakangan kasus serupa juga terjadi di cabang olahraga kickboxing. Salah satu atlet mengungkap dugaan pelecehan seksual oleh pelatihnya melalui akun media sosial.
KOI menyatakan prihatin dengan kejadian tersebut dan meminta seluruh pelaku olahraga untuk aktif dan terbuka dalam menyuarakan keresahannya, termasuk korban yang mengalami pelecehan di lingkungan olahraga.
"Sebagai Ketua KOI, saya berterima kasih kepada Menpora, dan khususnya berterima kasih kepada Ketua Umum (Yenny Wahid) dan keluarga besar panjat tebing. Karena melalui panjat tebing sudah disuarakan kepentingan para atlet, ofisial, dan insan olahraga Indonesia," kata Okto dalam pernyataannya.
"Saya, Ketua Olimpiade Indonesia di usia yang ke-74 tahun, mengimbau kepada semua atlet, semua ofisial, semua pelaku olahraga untuk berani bicara. Bahwa kalau ada perlakuan yang tidak sesuai dengan norma, melakukan pelecehan, sampai pelecehan seksual. Laporkan."
"Kami punya safeguarding. Jangan diam, karena setiap suara itu akan menjadi keterwakilan dari teman-teman, dari yang lain yang mungkin hari ini ada yang diam. Mudah-mudahan ini terakhir," ujarnya.
"Tapi kalau sampai ada lagi. Bicara saja. Kami semua insya Allah


