Sudah Senior, Apriyani Kok Masih Perlu Main Rangkap?
Apriyani Rahayu dipastikan main rangkap mulai bulan depan. Pelatih Ganda Putri Karel Mainaky mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut.
Apri akan bermain rangkap dengan pemain ganda putra pratama Taufik Aderya di turnamen BWF Tour Super 100 China Masters 2026, 10-15 Maret mendatang. Dia diberikan peran lebih untuk membuktikan komitmennya setelah comeback dari cedera.
Konsistensi Apri belum kembali setelah dia balik dari pemulihan cedera. Kiprahnya di turnamen setahun terakhir juga belum sepenuhnya sip, seiring dengan beberapa berganti partner.
Menjalani tahun 2026, dia tak hanya dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari di ganda putri. Tapi juga ditandem dengan pemain ganda putra untuk nomor mix double. PBSI mengatakan keputusan diterapkan main rangkap diharapkan membuka potensi lain dari para atlet.
Tapi bagi Karel ekspektasi yang diharapkan terhadap Apriyani lebih dari itu. Komitmen Apriyani yang masih belum jelas menjadi faktor alasannya.
"Sebenarnya walaupun (Apri sudah) senior, badan kan masih kuat, masih bagus. Tapi yang ingin saya perjuangkan ialah kemauannya sebenarnya," kata Karel saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
"Kemauan dia yang masih mengambang. Kadang-kadang kayak ada kelihatan sudah mau, tapi tiba-tiba dia kayak belum serius untuk comeback ambil yang kedua kali gitu. Dia kan sudah pernah dapat medali (emas Olimpiade) kan? Kalau menurut saya sih belum serius, belum komitmen ya."
Bagi Karel, komitmen ini sangat penting bagi seorang atlet untuk menentukan masa depannya. Tapi tanggung jawab juga harus diiringi dengan kemauan dan usaha yang nyata.
"Dia bilang masih mau (main bulutangkis), cuma kalau bilang mau, siapa saja juga gampang kan? Iya kan? Mau tapi betul-betul komitmen, mau


