Chelsea Masih Percaya Jorgensen
Para penggawa Chelsea tak menyalahkan Filip Jorgensen atas blundernya saat kalah dari Paris Saint-Germain. Blunder Jorgensen merupakan risiko dari gaya main The Blues.
Chelsea kalah 2-5 dari Paris Saint Germain di Parc des Princes pada laga leg pertama Liga Champions, Kamis (12/3/2026). Lima gol Les Parisien lahir lewat Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Vitinha, serta brace Khvicha Kvaratskhelia. The Blues hanya bisa membalas dari gol Malo Gusto dan Enzo Fernandez.
Kiper Chelsea, Filip Jorgensen, jadi sorotan karena dianggap sebagai biang keladi kekalahan timnya di laga ini. Jorgensen bikin blunder fatal saat kedudukan 2-2.
Ia salah umpan saat melakukan build up. Hal ini dimanfaatkan Vitinha untuk bikin gol lewat chip hingga PSG bisa unggul.
Jorgensen sebenarnya bukan kiper utama Chelsea. Manajer Chelsea, Liam Rosenior mencadangkan kiper utamanya Robert Sanchez untuk memberi kesempatan kepada Jorgensen pada laga ini. Jorgensen gagal menjawab kepercayaan tersebut dengan baik.
Meski begitu, para penggawa Chelsea tak mau menyalahkan Jorgensen atas kekalahan melawan PSG. Kapten Chelsea, Reece James, menilai kesalahan dalam sebuah pertandingan adalah hal yang wajar.
James merasa kesalahan James merupakan risiko dari permainan Chelsea yang membangan serangan dari belakang. Ia menegaskan para penggawa The Blues memberikan dukungan penuh ke Jorgensen.
"Ini sepak bola. Ini adalah cara kami ingin bermain. Jika Anda ingin bermain dari belakang, kesalahan pasti akan terjadi," ujar James soal blunder Jorgensen dikutip dari Sport Illustrated.
"Semua orang di tim memahami itu. Anda tahu ini adalah cara yang diinginkan manajer agar kami bermain, dan kami sepenuhnya mendukung Filip," jelasnya.


