Raymond/Joaquin Masih Tak Percaya Indonesia Gugur di Fase Grup Thomas Cup
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengaku masih sulit percaya dengan kegagalan Tim Bulutangkis Indonesia di Thomas Cup 2026.
Keduanya bahkan sempat syok saat Indonesia dipastikan tersingkir usai kalah 1-4 dari Prancis di fase grup. Padahal sebelum turnamen dimulai, skuad Merah Putih diyakini punya peluang besar melaju jauh bahkan menjadi juara.
Raymond/Joaquin menjalani debut di Thomas Cup dengan ekspektasi tinggi. Menurut Joaquin, komposisi tim Indonesia saat itu sebenarnya sangat kuat dan solid.
"Maksudnya siapa sih yang enggak pede? Ya wajar saja kan pede, saya dengan skuad yang menurut saya tim kita kemarin solid, kuat, cuma memang belum rejekinya saja dan saya rasa perlu buat evaluasi lagi," kata Joaquin di Pelatnas PBSI, Rabu (20/5/2026).
Namun kenyataan di lapangan justru jauh dari harapan. Indonesia gagal lolos fase grup setelah tumbang dari Prancis.
Joaquin mengaku momen paling berat terjadi saat pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah. Kekalahan itu memastikan langkah Indonesia terhenti.
"Kalau setelah pulang sih saya rasa sih sudah reset lagi ya. Cuma yang belum bisa move on pas hari kalahnya. Pas apalagi yang pas Kak Iboy (Sabar/Reza) kalah ya kan itu kan sudah enggak masuk ya. Saya berdiri saja, 'Kok ini kalah ya?'," cerita Joaquin.
"Tapi ya sudah mau gimana lagi kan? Kita harus lihat ke depan terus, kita enggak bisa stay di situ."
Hal serupa dirasakan Raymond. Meski tidak dimainkan di laga penentuan, ia mengaku tetap merasakan tekanan luar biasa dari pinggir lapangan.
"Kalau saya kan di penentuan juga enggak (turun), rasanya cuma jadi supporter saja."
"Tapi bisa merasakan atmosfer sama rasa tegangnya, apalagi kan kalau yang terakhir itu partai Sabar/Reza kan penentuan menang atau kalah,


