Posisi di FIFA Terancam, Infantino Minta Dukungan Trump?
Posisi Gianni Infantino di FIFA terancam usai geger wacana jual saham Piala Dunia. Pria asal Swiss itu kabarnya meminta dukungan Presiden AS Donald Trump.
Infantino banjir kecaman gegara proposalnya mendirikan FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan baru itu rencananya jadi pengelola turnamen-turnamen besar sepakbola seperti Piala Dunia.
Masalahnya, saham minoritas FFE nantinya dijual kepada investor swasta dengan valuasi yang diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS (Rp362 triliun). Langkah itu dianggap sebagai privatisasi sepakbola dan mendapat banyak tentangan dari konfederasi-konfederasi di bawah FIFA.
UEFA, CONCACAF, dan AFC tegas menolak proposal penjualan saham Piala Dunia. Berbagai kritikan dan ancaman boikot akhirnya membuat FIFA membatalkan wacana pendirian FFE.
Kepemimpinan FIFA di bawah Infantino pun menjadi tanda tanya. Banyak yang menginginkan adanya perubahan, hingga mendesaknya mundur dari jabatan presiden yang sudah diemban sejak 2016.
Menukil New York Post, Infantino berupaya menjalin kontak dengan Donald Trump dan meminta pembicaraan pribadi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Komunikasi itu dilakukan untuk membantunya tetap menjabat sebagai orang nomor satu FIFA.
Infantino diklaim ingin membahas sepakbola sebagai soft power bagi AS. Negeri Paman Sam di bawah pimpinan Trump dianggap sekutu penting untuk mendukungnya di hadapan publik.


