FIFA Tuding Ada Upaya Terencana Gulingkan Infantino
FIFA pasang badan membela Gianni Infantino yang diduga menyalahgunakan jabatannya saat di UEFA. FIFA menilai fitnah dilakukan untuk melemahkan Infantino.
Presiden FIFA Gianni Infantino tak kunjung lepas dari kontroversi. Pria asal Swiss ini sebelumnya dikecam akibat rencananya yang hendak menjual saham Piala Dunia ke pihak swasta.
Proposal penjualan saham Piala Dunia tersebut kemudian dibatalkan usai ditentang banyak pihak. Belum reda kontroversi soal hal tersebut, tudingan miring kembali datang ke Infantino.
Laporan dari Daily Telegraph menyebut Infantino memanfaatkan jabatannya saat jadi Sekretaris Jenderal UEFA pada 2009-2016 untuk membiayai bawahan perempuan yang dikabarkan pacar simpanannya.
Pria berusia 56 tahun ini diduga menggunakan uang UEFA untuk membiayai simpanannya itu menyelesaikan gelar MBA di sekolah bisnis. Infantino kemudian juga dilaporkan membantu simpanannya tersebut mendapatkan posisi strategis melalui koneksinya di UEFA.
FIFA langsung pasang badan untuk Infantino terkait laporan bahwa penyalahgunaan jabatan ini. FIFA menilai kabar tersebut tidak benar.
Asosiasi tertinggi sepakbola dunia ini menyebut gosip ini dihembuskan untuk melemahkan FIFA dan Infantino. Menurut FIFA tindakan ini dilakukan untuk menggulingkan Infantino.
Pemilihan presiden baru FIFA baru akan dilakukan pada Maret 2027. Infantino kembali mencalonkan diri untuk menduduki jabatan tersebut.
"FIFA tidak akan mendukung, memfasilitasi, atau menoleransi proses apa pun terkait pemilihan Presiden FIFA yang tidak sesuai dengan Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola yang telah ditetapkan. Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh Asosiasi Anggota FIFA dan terus menjalankan tugasnya berdasarkan mandat dari mereka,"


