Pecat Amorim, MU Ingin Akhir Musim yang lebih Baik
Manchester United mau tak mau harus memecat Ruben Amorim. Sebab, Setan Merah ingin mendapat hasil lebih baik di akhir musim.
Amorim tidak bisa menuntaskan musim penuh pertamanya sebagai manajer MU, setelah diberhentikan per Senin (5/1/2026) sore WIB. Amorim dipecat karena serangkaian hasil buruk tim musim ini.
MU memang ada di posisi keenam klasemen Liga Inggris dengan 31 poin dari 20 laga, selisih empat angka dari Liverpool di urutan keempat. Namun, performa tim tidak pernah konsisten.
Apalagi MU sudah tersingkir cepat di Carabao Cup karena dikalahkan Grimsby Town di Babak Kedua. Puncaknya adalah ketika Amorim menyerang manajemen MU usai laga melawan Leeds United.
Menurut Amorim, Direktur Olahraga Jason Wilcox tidak bisa memberikan skuad mumpuni agar bisa memainkan formasi 3-4-3. Apalagi MU dipastikan tidak akan menambah pemain baru sekalipun lagi krisis.
Situasi panas di internal tim mau tak mau harus didinginkan dengan memberikan surat PHK kepada Amorim. Diharapkan MU bisa bangkit dan meraih hasil lebih baik di akhir musim.
"Ruben Amorim telah meninggalkan posisinya sebagai Pelatih Kepala Manchester United. Ruben diangkat pada November 2024 dan memimpin tim ke Final Liga Europa UEFA di Bilbao pada bulan Mei," ujar pernyataan resmi klub.
"Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Primer, manajemen klub dengan berat hati telah membuat keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Ini akan memberi kesempatan untuk tim finis setinggi mungkin di Premier League."
"Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."
MU untuk sementara ditangani Darren Fletcher sampai menemukan pengganti Amorim. Laga debutnya


