PBSI Terapkan Sistem Reward dan Level, Anthony Ginting Turun Kelas!
PP PBSI akan memberlakukan sistem reward berbasis level bagi atlet di Pelatnas Cipayung. Kebijakan ini membawa kabar mengejutkan: bintang tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting resmi diturunkan statusnya ke kategori Elite B.
Kabid Binpres PBSI Eng Hian menjelaskan bahwa program levelisasi ini bertujuan agar pengiriman atlet ke turnamen lebih efektif dan berbasis prestasi, bukan sekadar jumlah partisipasi.
"Dibanding kita berikan turnamen banyak tapi tidak ada pencapaian, juga tidak maksimal peningkatan rankingnya, jadi lebih baik ikut sesuai dengan kapasitasnya. Sepuluh (turnamen) tapi hasilnya bagus," kata Eng Hian di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Meski belum merinci daftar 74 pemain secara keseluruhan, pelatih yang akrab disapa Didi itu mengonfirmasi posisi Ginting. Penurunan performa sepanjang 2025 menjadi alasan utama di balik keputusan downgrade ini.
"Ginting untuk tahun ini kami downgrade ke B karena pencapaiannya dari 2025 itu masih turun," tutur Eng Hian.
Sebagai informasi, Ginting yang kini menduduki peringkat 52 dunia memang belum menemukan sentuhan terbaiknya usai cedera bahu. Dalam tujuh bulan terakhir, ia bahkan kesulitan menembus babak 16 besar.
Dalam sistem ini, atlet level Utama dibagi menjadi Elite A dan Elite B. Target minimalnya adalah juara di level turnamen Super 300.
"Kalau khusus Elite A itu sudah mendapatkan gelar 300, jadi kalau mau mendapatkan bonus harus mengejar level 500 ke atas," ujar Didi.
Sementara untuk pemain Pratama, targetnya adalah juara di level International Challenge (Pratama B) dan Super 100 (Pratama A). Jika target tercapai, status mereka otomatis naik dan mendapatkan reward tambahan turnamen.


