PB PASI Sesuaikan Uji Coba Atlet Jelang Asian Games 2026
Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) melakukan penyesuaian program uji coba atlet jelang Asian Games 2026. Hal ini tak lepas dari dampak efisiensi anggaran yang memengaruhi rencana awal. Wakil Ketua Umum PB PASI Tigor Tanjung mengungkapkan bahwa persiapan menuju Asian Games sedikit tersendat.
"Sebenarnya programnya sudah ada dan kami sedang membuat rencana yang lebih intensif untuk Asian Games. Namun, situasinya tiba-tiba berubah karena perang di Iran, jadi ada efisiensi-efisiensi," kata Tigor saat ditemui di kawasan Senayan, Kamis (9/4/2026).
"Nah, kami sekarang sedang intens dengan Kemenpora, berunding lagi, bagaimana mengoptimalkan dana yang ada. Jadi mungkin akan ada modifikasi dalam persiapan Asian Games."
Tigor menegaskan, penyesuaian bukan pada jumlah atlet pelatnas, melainkan agenda kejuaraan yang diikuti.
Awalnya, terdapat sekitar 12 kejuaraan internasional yang masuk kalender 2026. Namun, kondisi saat ini membuat PB PASI harus melakukan optimalisasi.
"Tidak ke jumlah atlet tapi misalnya ada kejuaraan yang kira ikut ke luar negeri tapi harus ditunda. Saya tidak tahu (efisiensi dana) apakah berhubungan langsung tapi yang pasti kami dapat seperti itu."
"Pokoknya, itulah situasi yang kami hadapi sekarang. Jadi, kami sekarang sedang intens dengan Kemenpora untuk membicarakan cara mengoptimalkan anggaran," lanjutnya.
Saat ini PB PASI mempersiapkan 30 atlet untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, yang akan berlangsung 19 September hingga 4 Oktober.
Komposisinya terdiri dari 15 atlet PPON dan 15 atlet mandiri. Saat ini, para atlet menjalani pemusatan latihan di Stadion Atletik PB PASI Pangalengan, Jawa Barat.
Salah satu agenda yang batal diikuti adalah Australia Open pada bulan ini. Sementara


