Liam Rosenior, Sebuah Perjudian Besar Chelsea
Chelsea mulanya masih percaya kepada Enzo Maresca, tapi akhirnya pisah jalan. Kedatangan Liam Rosenior pun dinilai sebagai perjudian besar.
Chelsea dan Enzo Maresca berpisah. Posisi kursi manajer kini ditempati Liam Rosenior.
Seorang sumber orang dalam Chelsea mengungkapkan kepada BBC kalau para petinggi klub tidak punya rencana mengganti manajer di tengah musim. Sayangnya, komentar Enzo Maresca jadi bumerang buat dirinya sendiri.
"Pergantian manajer di tengah musim tidak masuk dalam rencana. Namun komentar Maresca soal klub akhirnya mendorong klub untuk mengambil tindakan," jelasnya.
Komentar itu terkait soal Maresca yang tidak didukung oleh para petinggi klub. Maresca blak-blakan bilang, kalau dirinya tampak direcoki!
"Sejak saya bergabung dengan klub ini, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami dan tim ini," jelasnya.
Siapa orang-orang yang disebut tidak mendukung?
"Secara umum semua orang," jawab Maresca.
Meski Enzo Maresca mampu persembahkan titel UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub, akhirnya Chelsea berpisah dengannya. Liam Rosenior bukan cap cip cup baru ditunjuk, melainkan memang sudah disiapkan buat jadi manajer Si Biru selanjutnya!
"Rosenior sudah dinilai sebagai calon penerus Maresca. Para petinggi klub suka dengan gaya bermain Rosenior yang berbasis penguasaan bola dan mampu memoles para pemain muda," papar sumber tersebut.
Yang pasti, penunjukkan Liam Rosenior disebut-sebut sebagai perjudian besar. Banyak fans Chelsea sendiri yang tidak yakin, bisa sesukses apa Rosenior?
Rosenior cuma baru melatih klub-klub Divisi Championship yakni Derby dan Hull City. Pria berusia 41 tahun itu juga baru dua musim menukangi klub Ligue 1, Starsbourg,
Chelsea dulu dikenal


