KOI Dorong PSSI agar Lebih Lantang Protes ke AFC
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mendorong PSSI agar lebih lantang melontarkan protes ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), soal peluang cabang olahraga sepakbola Indonesia untuk tampil di Asian Games 2026.
Hal itu disampaikan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari. Ini terkait aturan yang bikin cabang olahraga sepakbola putra hanya dibatasi untuk 16 negara di Piala Asia U-23 2026.
Timnas Indonesia termasuk yang gagal tampil di Asian Games 2026. Sebab yang diperbolehkam tampil di multievent terbesar se-Asia itu hanya yang lolos putaran final Piala Asia U-23 2026.
Aturan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Komite Olimpiade Jepang selaku tuan rumah Asian Games 2026.
"NOC Indonesia (KOI) mengimbau, khususnya kepada PSSI, agar dapat lebih proaktif dan menyuarakan sikap secara lebih lantang," ujar Okto di Kawasan Pejaten, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Okto menilai, langkah ini penting sebab pihak yang paling berkepentingan adalah PSSI dan federasi sepakbola nasional dari negara-negara lain.
Dengan suara yang masif itu maka tekanan terhadap pihak terkait bisa meningkat sehingga persoalan tersebut mendapatkan perhatian.
"Jika komunikasi dapat dibangun secara luas dan disuarakan secara masif, saya rasa tekanan juga bisa diberikan agar persoalan ini mendapat perhatian. Karena itu, motor penggeraknya harus datang dari Indonesia," ujar Okto.
KOI sejauh ini telah melakukan berbagai upaya, di antaranya berkomunikasi dengan OCA, sekaligus berkoordinasi dengan Menpora Erick Thohir.
"Tapi selanjutnya, harapan kami PSSI dapat menyuarakan kepentingan ini dengan lebih kuat, mengingat pihak yang paling berkepentingan dalam hal ini adalah federasi sepak bola," tegas Okto.


