Inter Keok di UCL, Chivu Singgung Bodo/Glimt 'Banyak Liburnya'
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengakui kehebatan Bodo/Glimt yang sukses menyingkirkan timnya dari Liga Champions. Namun pria asal Rumania itu juga menyoroti kondisi fisik lawan yang lebih bugar karena tak memiliki jadwal sepadat Nerazzurri.
Inter tumbang 1-2 dalam leg kedua playoff Liga Champions yang berlangsung di San Siro, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membawa Bodo/Glimt lolos ke 16 besar dengna agregat 5-2 usai menang 3-1 di leg pertama pekan lalu.
Bagi Inter, kekalahan ini amat mengecewakan, sebab musim lalu berhasil melaju sampai final. Namun Chivu menilai timnya sudah berupaya maksimal di tengah kondisi yang nyaris selalu bermain dua kali sepekan sejak awal tahun.
Sementara Bodo/Glimt baru bermain empat kali selama 2026, semuanya di Liga Champions. Itu disebabkan satu musim Liga Norwegia biasanya dimulai bulan Maret dan berakhir pada Desember agar para pemain tak perlu bertanding di tengah musim salju Eropa Utara yang sangat dingin.
Jadwal yang berbeda dari liga-liga top Eropa ini membuat Bodo/Glimt lebih 'segar' di awal tahun. Inilah yang Chivu lihat di lapangan, sementara Inter mulai terkuras.
"Saya tidak punya alasan untuk menyalahkan para pemain saya, karena mereka telah berusaha sekuat tenaga, dan di babak kedua Bodo memiliki energi yang jauh lebih besar daripada kami," ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.
"Kami telah memberikan segenap kemampuan kami, mencoba memecah kebuntuan dengan segala cara, namun usai turun minum mereka berhasil mencetak dua gol.
"Ada banyak kekecewaan, sangat disayangkan kami harus melawan tim yang memiliki energi jauh lebih besar daripada kami, mereka sangat terorganisir, tahu bahwa mereka harus melakukannya setelah hasil 3-1 di leg pertama dan melakukannya


