Tersisa Dua Bulan, Pelatnas Renang Asian Games Masih Belum Berjalan
Pemusatan latihan nasional renang untuk Asian Games 2026 Nagoya masih belum berjalan. Padahal waktu terus berjalan dan tersisa dua bulan sebelum perhelatan multievent terbesar di Asia itu dimulai.
Wakil Ketua Umum I bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB AI Wisnu Wardhana mengatakan Pelatnas renang masih belum berjalan karena belum ada informasi baru dari Kemenpora.
"Pelatnas belum (mulai lagi) masih belum ada update ke Kemenpora," kata Wisnu kepada pewarta saat ditemui di Stadion Akuatik, GBK.
Pelatnas renang untuk Asian Games sedianya sudah dimulai per Maret 2026. Namun setelah sebulan latihan berjalan, atlet dikembalikan ke klubnya masing-masing. Alasannya karena anggaran yang tersedia dari Kemenpora sangat terbatas.
Manfaatkan Agenda Dalam Negeri
Walau Pelatnas akhirnya masih belum mulai, Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) tetap berupaya agar atlet mendapatkan latihan tanding. Salah satunya dengan memanfaatkan event-event renang di dalam negeri.
"Kami latihan sendiri-sendiri di klub masing-masing. Tapi kayak buat pertandingan (agenda PB AI), kami undang atlet-atlet nasional untuk berkompetisi. Jadi kapan saja mereka dipanggil siap," ujar Wisnu.
"Untuk programnya tetap saya pantau. Kami masukan Asian Games menjadi target utama (persiapan)."
PB AI sebelumnya sempat mengutarakan soal target di Asian Games 2026. Anindya Bakrie, Ketua Umum PB AI, berharap renang bisa meraih medali dan mengakhiri puasa medali di multievent empat tahunan terbesar di Asia tersebut.
Indonesia mendapatkan medali terakhir kali pada Asian Games 1990 atau 36 tahun lalu. Persembahan dari Richard Sam Bera (100 meter gaya bebas), Wirmandi Sugriat (200 meter gaya dada), dan 4x100 meter freestyle relay.
Namun adanya kondisi ini, target


