Ingin Jajal Rute MTB, ICF Usulkan Ekstensi Keberangkatan Asian Games
Menjelang Asian Games 2026, Indonesia Cycling Federation (ICF) akan meminta tambahan waktu untuk atletnya terbang ke Aichi-Nagoya. Ekstensi itu diperlukan agar atlet-atlet dapat adaptasi rute balapan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal ICF Jadi Rajagukguk, mengenai persiapan Timnas balap sepeda Indonesia menuju multievent tingkat Asia tersebut.
"Ada beberapa nomor yang kami minta lebih awal tapi itu pun belum bisa dipakai venue-nya, misalnya BMX, sehingga kami tetap on schedule (keberangkatannya). Jadi 2 hari menjelang perlombaan," kata Jadi saat ditemui di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jumat (31/7/2026).
"Tetapi ada juga nomor balap sepeda yang rutenya sudah bisa (dijajal). Seperti Mountain Bike (MTB). Jadi mungkin MTB, kami minta berangkat (lebih cepat) dengan tambahan 2 hari sebelum H-2 (jelang jadwal jalan yang ditetapkan)," ujarnya.
Selain MTB, ICF juga tengah mendorong agar nomor road dapat dilakukan adaptasi lebih awal. Langkah ini penting untuk adaptasi kondisi jalanan di Jepang.
"Kami masih komunikasi. Road juga sebenarnya belum bisa dipakai rute-rutenya. Road itu kan jalannya katanya kecil-kecil di Jepang. Tapi biasa lah lah tuan rumah kan selalu merahasiakan rute-rutenya," tuturnya.
ICF akan menurunkan 21 atlet di Asian Games 2026. Mereka terbagi dalam beberapa nomor yakni BMX Racing, Road Race Putra, Road Race Putri, BMX freestyle, MTB, dan Track, baik endurance maupun sprint.
Untuk BMX Racing terdiri dari Amellya Nur Sifa, Jasmine Az Zahra Setyobudi, Rio Akbar, Fasya Ahsana Rifki. Sedangkan Road Race (putri) yaitu Ayustina Delia Priatna, Dewika Mulya Sova, Andini Putri Anastasya. Dari bagian putra ada Muhammad Syelhan Nurrahmat, Maulana Astnan Al Hayat, Muhammad Hafizh.
Kemudian dari BMX


