Ganda Campuran RI Lagi Terpuruk, Bernadine: Kita Juga Tidak Mau Begini
Prestasi sektor ganda campuran Indonesia sedang menjadi sorotan. Dalam beberapa bulan terakhir, wakil-wakil Merah Putih kesulitan bersaing di level atas dan minim prestasi di turnamen internasional.
Bahkan sejak awal Februari 2026, belum ada satu pun gelar yang berhasil diraih ganda campuran Indonesia. Hasil terbaik yang didapat pun semakin jarang terlihat, sementara kegagalan di babak-babak awal justru lebih sering terjadi.
Kondisi itu disadari betul oleh pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.
Saat ini, Pelatnas PBSI memiliki lima pasangan utama di sektor ganda campuran, yakni:
Namun, performa kelima pasangan tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang musim ini. Satu-satunya gelar yang diraih ganda campuran Indonesia pada 2026 datang dari Adnan/Indah saat menjuarai Thailand Masters pada akhir Januari. Setelah itu, hasil positif sulit didapat.
Pasangan yang sempat menjadi andalan Indonesia, Jafar/Felisha, juga belum mampu menjaga konsistensi. Tahun ini, pencapaian terbaik mereka hanya menembus semifinal Indonesia Masters Super 500 pada Januari lalu.
Selain itu, mereka hanya sekali mencapai perempatfinal, yakni di Swiss Open pada Maret. Selebihnya, langkah mereka lebih sering terhenti di babak 32 besar maupun 16 besar.
Penurunan prestasi ganda campuran Indonesia semakin terlihat saat tampil di Thailand Open dan Malaysia Masters pada awal Mei lalu. Meski menurunkan kekuatan penuh, tidak ada satu pun pasangan Indonesia yang mampu menembus perempatfinal.
Hasil tersebut semakin menegaskan bahwa sektor yang dulu identik dengan prestasi besar Indonesia sedang menghadapi periode sulit. Soal hal tersebut, Bernadine mengakui kondisi ganda campuran Indonesia saat ini memang


