FPTI: Aduan Dugaan Pelecehan dan Kekerasan Fisik Bertambah
Jumlah atlet yang mengadu terkait dugaan kekerasan seksual dan kekerasan fisik bertambah. Demikian perkembangan kasus yang terjadi di dalam Pelatnas FPTI.
Pernyataan itu disampaikan Anggota Tim Investigasi FPTI Robertus Robet, yang juga Ketua bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi, saat dikonfirmasi Jumat (27/2/2026).
Sebelumnya dalam Surat Keputusan tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI, ada delapan orang atlet panjat tebing, Pelatnas FPTI, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, telah menyampaikan pengaduan kepada Ketua Umum Yenny Wahid.
"Saat ini tim pencari fakta tengah mengonsolidasikan pengaduan karena jumlah atlet yang mengadu bertambah. Jadi ada pengaduan terkait dugaan kekerasan seksual dan ada juga pengaduan kekerasan fisik," kata Robertus kepada detikSport.
"Ya saya belum tahu persisnya tapi updatenya ada tambahan pengaduan jadi lebih dari 10 (dari semula 8)," lanjutnya saat ditanya angka tambahan yang dimaksud.
Dijelaskan Robertus, Tim Investigasi juga tengah menyusun jadwal wawancara dengan atlet secara bersama-sama. Sementara pemanggilan terduga pelaku belum dilakukan.
"Kami prioritaskan laporan dan data dari atlet dan saksi terlebih dahulu. Karena prioritas kami memang pada korban dan atlet," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengatakan bahwa pihaknya menyikapi setiap aduan dengan serius. Menurutnya, keamanan atlet menjadi prioritas utama pihaknya.
"FPTI di bawah kepemimpinan saya berkomitmen melindungi setiap korban dan menegakkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan seksual maupun kekerasan fisik. Keselamatan dan martabat atlet adalah prioritas utama kami," kata Yenny.


