Fajar/Fikri Antisipasi Kondisi Berangin di Singapore Open
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengaku sudah menyesuaikan diri dengan shuttlecock yang digunakan di Singapore Open 2026. Hal ini penting mereka lakukan karena kondisi lapangan cukup berangin.
"Ya, di Singapore khususnya, kami sudah mempersiapkan diri," kata Fajar saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.
"Di sana kondisi lapangan cukup berangin, jadi kami sudah mempersiapkan dengan shuttlecock yang lumayan kencang juga di sini. Ya ini berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya."
Selain Singapore Open, Fajar/Fikri juga dijadwalkan mengikuti dua turnamen lainnya Indonesia Open, dan Australia Open yang digelar sepanjang 2 hingga 14 Juni mendatang.
Mereka sadar menjalani turnamen dengan jadwal padat akan menguras fokus dan fisik mereka, apalagi dengan target yang seluruhnya meraih hasil maksimal.
Pemilihan tiga turnamen ini pun telah mempertimbangkan maintenance peak performa mereka di lapangan. Secara khusus bagi Fajar yang tak lagi berusia muda.
"Ya makanya, khususnya buat saya ya, yang 'masih muda', enggak langsung main di turnamen Thailand Open dan Malaysia Masters, selain jetlag, juga kamu tidak mau di Indonesia (Open) sebagai negara ketiga apa keempat," ujar Fajar.
"Kami memang fokuskan untuk turnamen Singapore yang memang wajib ikut karena committed player kan, dan Indonesia Open. Dan kami mencoba mengganti turnamen Malaysia Masters jadi ke Australia," lanjut pebulutangkis berusia 31 tahun itu.
"Jadi ya peak performance-nya kami di situ ya, pilih-pilihturnamen biar kondisi juga lebih stabil, lebih enak," tegasnya.


