Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Contacts

  • players.bio

Conte Merana di Tanah Eropa

Napoli terdepak dari Liga Champions musim ini usai kalah 2-4 dari Chelsea matchday terakhir fase liga di Naples pada Kamis dini hari tadi. Hasil tersebut memperpanjang rekor buruk pelatih Antonio Conte di kancah Eropa.

Selama ini, Conte dikenal sebagai pelatih jago kandang. Meski memenangi enam gelar liga bersama Juventus, Chelsea, Inter, dan Napoli, namun kiprahnya saat memimpin tim di Liga Champions jauh dari istimewa.

Capaian terbaiknya adalah menembus perempatfinal Liga Champions bersama Juventus pada musim 2012-13, atau sudah hampir 13 tahun lalu. Sejak itu, ia selalu gagal melangkah jauh.

Saat melatih Chelsea, Conte hanya sampai 16 besar Liga Champions pada musim 2017-18. Di Inter, ia terhenti di fase grup musim 2019-20 meski lolos hingga ke final Liga Europa. Lalu di Napoli, hasil buruk kembali hadir.

Napoli gagal lolos ke fase gugur usai finis di urutan 30 dengan delapan poin dari delapan laga. Scott McTominay hanya meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kali tumbang dari Manchester City, PSV Eindhoven, Benfica, dan terbaru Chelsea.

Situasi ini berbanding terbalik dengan saat ia masih bermain. Conte menembus final Liga Champions empat kali bersama Juventus dan sekali menjadi juara pada 1996.

Meski tersingkir, Conte mengaku tetap bangga pada penampilan anak-anak asuhnya. Hanya saja memang penyelesaian akhir lawan lebih baik. Ia juga menyoroti skuadnya yang kehilangan 13 pemain karena cedera.

"Perbedaan (kedua tim) adalah penyelesaian akhir, mereka jauh lebih akurat dan klinis di depan gawang," ujar Conte kepada Sky Sport Italia usai laga.

"Kami bangga dan puas, karena meski kehilangan lebih dari setengah skuad, kami bermain, jika bukan di level yang sama, bahkan lebih baik daripada Chelsea, dan pantas

Read more on sport.detik.com
DMCA