Brasil di Tangan Ancelotti, Tidak Jogo Bonito?
Carlo Ancelotti tidak mau Timnas Brasil main jogo bonito di Piala Dunia 2026. Yang penting, sang pelatih tak mau Tim Samba kebobolan banyak!
Carlo Ancelotti memimpin Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Ada beban berat di pundaknya, sebab Brasil terakhir jadi juara Piala Dunia adalah di tahun 2002. Sudah 20 tahun lebih lamanya.
Carlo Ancelotti sudah mengarungi 10 laga bersama Timnas Brasil. Hasilnya lima kali menang, dua kali imbang, dan tiga kali kalah.
Brasil-nya Don Carlo bikin 18 gol dan kebobolan delapan kali. Jelang Piala Dunia 2026, Ancelotti tegaskan kalau kekuatan timnya bukan di sektor lini serang tapi harus di lini pertahanan!
"Juara Piala Dunia itu ditentukan oleh yang kebobolan sedikit bukan yang banyak bikin gol. Saya tidak suka disebut sebagai tim defensif, tapi itu adalah kuncinya," jelasnya dilansir dari ESPN.
"Jogo bonito? Brasil memenangkan dua Piala Dunia terakhir mereka dengan menggabungkan bakat dan pertahanan," tegasnya.
Jogo bonito merupakan istilah permainan indah ala Brasil. Para pemainnya pamer skill individu, passing satu sentuhan, sampai menampilkan permainan menghibur.
"Anda boleh punya para penyerang terbaik di dunia, tapi tanpa pertahanan yang solid rasanya mustahil bisa menangkan Piala Dunia," ungkap Carlo Ancelotti.
"Pada tahun 1994, Brasil menggunakan dua baris empat pemain untuk mendukung Romario. Pada tahun 2002, mereka menggunakan sistem dengan tiga bek tengah," tutupnya menyinggung momen-momen terakhir Tim Samba jadi kampiun World Cup.


