4 Comeback Paling Gila Liga Champions, Ada yang Balikkan Defisit 4 Gol!
Liga Champions tak asing dengan comeback dramatis. Sepanjang era modern sejak 1992, sudah beberapa kali tim mampu membalikkan keadaan dari defisit besar.
Tengah pekan ini Manchester City menghadapi tantangan serupa saat harus mengejar ketertinggalan tiga gol dari Real Madrid. Situasi ini mengingatkan pada sejumlah comeback epik yang pernah terjadi di kompetisi elite Eropa tersebut.
Merangkum data dari situs UEFA dan Transfermarkt, comeback paling fenomenal terjadi pada musim 2016/2017. Barcelona berhasil membalikkan defisit empat gol usai kalah 0-4 dari Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar.
Saat itu, Blaugrana menang 6-1 di leg kedua dan lolos dengan agregat 6-5. Laga tersebut dikenang sebagai salah satu malam paling magis dalam sejarah Liga Champions.
Dua musim berselang, Barcelona kembali terlibat dalam comeback besar, namun kali ini sebagai korban. Setelah menang 3-0 atas Liverpool di leg pertama semifinal 2018/2019, mereka justru dihajar 0-4 di Anfield.
Barcelona kembali mengalami nasib serupa saat menghadapi AS Roma di perempatfinal 2017/2018. Meski unggul 4-1 di leg pertama, mereka kalah 0-3 di leg kedua dan tersingkir lewat aturan gol tandang.
Comeback besar lainnya terjadi pada musim 2003/2004. Deportivo La Coruña membalikkan ketertinggalan 1-4 dari AC Milan dengan kemenangan 4-0 di leg kedua, sekaligus lolos dengan agregat 5-4.
Deretan hasil tersebut membuktikan bahwa defisit tiga hingga empat gol bukan hal mustahil untuk dikejar di Liga Champions.
Kini, Manchester City dihadapkan pada ujian serupa. Mampukah mereka mengikuti jejak comeback epik tersebut, atau justru kembali jadi korban dominasi Real Madrid?


