Wolves Degradasi Akibat Pemiliknya Lebih Fokus ke Tim Esport
Wolverhampton Wanderers terpuruk karena sang pemilik Fosun Group lebih fokus ke esport. Wolves seolah kurang diurusi hingga terdegradasi dari Premier League.
Wolverhampton Wanderers dipastikan terdegradasi usai pesaingannya di zona degradasi West Ham United bermain imbang 0-0 dengan Crystal Palace.
Wolves saat ini di dasar klasemen dengan raihan 17 poin. Poin Si Serigala takkan bisa menyalip West Ham yang saat ini berada di batas aman zona degradasi di posisi ke-17 dengan 33 angka. Mengingat Premier League musim ini hanya menyisakan lima laga lagi.
Wolves terdegradasi setelah delapan musim berturut-turut bertahan di Premier League. Prestasi Wolves memang merosot tajam dalam beberapa musim terakhir hingga akhirnya turun kasta.
Suporter Wolves menilai merosotnya performa tim kesayangan mereka akibat sang pemilik Fosun Group lebih fokus ke tim esport Wolves. Suporter Wolves beberapa kali berdemo terkait hal ini.
Fosun dinilai sudah tak memperdulikan tim sepakbola. Suporter Wolves bahkan merasa dijadikan sapi perah karena harga tiket kandang naik. Padahal, Molineux Stadium minim perbaikan.
Loyal Wolves fans protesting against the club's ownership outside the stadium after tonight's match against Man United kicked off.
They were singing about Jeff Shi and Fosun. And Esports. They want change. pic.twitter.com/ASJt85jNjz
Mantan Presiden Komisari Wolves yang juga pemilik Fosun Group, Jeff Shi, lebih fokus ke tim Esport. Dikutip dari sumber Athletic, Shi menganggap Esport lebih menguntungkan secara bisnis untuk Fosun ketimbang di sepakbola.
Kritik keras dari suporter bikin Jeff Shi menanggalkan jabatannya sebagai Presiden Komisaris Wolves pada Desember lalu digantikan oleh Nathan Shi. Fosun juga sempat mengungkap bahwa Wolves


