Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Contacts

  • players.bio

Wasit Piala Dunia 2026 Dituding Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih

Gestur itu tampak sesaat sebelum pertandingan Piala Dunia 2026 tersebut dimulai, kala kamera menyorot dan memperkenalkan para ofisial yang bertugas. Saat kamera menyorot ke ruang Video Assistant Referee (VAR), Shaun Evans yang bertugas sebagai asisten di sana memberikan gestur dengan tangannya.

Tangannya membentuk semacam simbol 'Oke' (telunjuk dan jempol membentuk lingkaran), namun dalam posisi ke bawah. Gestur ini dalam beberapa tahun terakhir dikaitkan dengan pergerakan supremasi kulit putih.

Bentuk jari itu menyerupai huruf W dan P, yang jadi simbol dari 'White' dan 'Power'. Tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai gestur neo-Nazi. Sebagian orang menganggap gestur itu tidak mengandung maksud apapun, malah pernah jadi permainan lingkaran yang populer di AS.

Belum diketahui apakah maksud sesungguhnya wasit Shaun Evans hanyalah memberikan sinyal oke atau yang lain. Tapi aksi pria Australia itu sudah cukup untuk memancing sorotan.

"Masukan dari para ahli kami mengungkapkan bahwa gestur yang digunakan itu jelas menyerupai simbol 'OK' terbalik, yang digunakan sebagai lambang kekuatan kulit putih di kalangan sayap kanan ekstrem dunia," ungkap Fare Network, lembaga mitra FIFA dan UEFA yang memantau nyanyian, bendera, juga simbol rasialisme dan diskriminasi di laga internasional.

"Jelas ofisial ini seharusnya tidak punya peran lebih jauh di Piala Dunia ini," tegas Fare dalam pernyataannya yang dikutip The Guardian.

Fare menuding wasit Shaun Evans sengaja mengambil momen untuk menunjukkan gestur itu. Di Amerika Serikat, gestur itu dimasukkan ke dalam simbol kebencian oleh Anti Defamation League (ADL), yang mulanya dibentuk untuk melindungi komunitas Yahudi.

AS cukup tegas dalam merespons gestur semacam ini, sebagaimana

Read more on sport.detik.com
DMCA