Tren Raymond/Joaquin Sudah Bagus, tapi Jangan Diburu-buru Juara
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, tengah dalam tren positif. Namun, mereka diingatkan agar tidak dibebani target juara secara instan.
Regenerasi sektor ganda putra terus berjalan. Setelah era Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, tongkat estafet kini dipegang generasi berikutnya seperti Fajar Alfian dan kawan-kawan.
Selain Fajar/Muhammad Shohibul Fikri, ada pula Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, hingga pasangan muda Raymond/Joaquin yang mulai mencuri perhatian.
Raymond/Joaquin tengah naik daun usai menjadi runner-up dua turnamen beruntun di awal tahun, yakni Indonesia Masters dan Thailand Masters. Hasil itu melanjutkan tren positif mereka setelah sebelumnya menjuarai Australia Open.
Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, menilai pencapaian anak asuhnya sudah berada di jalur yang benar.
"Saya rasa pencapaiannya cukup baik. Apalagi mereka pemain muda, perjalanannya masih panjang. Dari hasil Malaysia, Indonesia Masters, hingga Thailand Masters mereka bisa masuk final dua kali. Itu positif untuk ke depannya," kata Anton saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.
Meski demikian, Anton menekankan bahwa proses adalah kunci. Ia tidak ingin Raymond/Joaquin layu sebelum berkembang karena tekanan target.
"Jangan begini loh, memang saat ini mereka masuk final dua kali tapi belum juara. Tapi kan sebelumnya pernah juara Australian Open. Kita perlu proses," tuturnya.
"Nanti kan kekurangan-kekurangan pasangannya Raymond/Joaquin mungkin bisa kita evaluasi. Tapi kalau saya rasa sih dengan umur segitu, dengan hasil pencapaian dia selama ini ya saya rasa sih trennya bagus ya. Arahnya bagus, potensi untuk ke depannya."
"Tinggal


