Tor Monitor, yang Baru Lebih Gacor! Amorim Vs Carrick di MU Musim Ini
Masuknya Carrick ke MU, sepeninggal Amorim, mencatat pergeseran signifikan. Bukan hanya soal gaya bermain, tapi soal hasil di papan skor.
20 laga
8 menang, 7 seri, 5 kalah
Win rate: 40%
Gol: 34
Kebobolan: 30
Rata-rata gol: ±1,7 per laga
Penguasaan bola: ±53-54%
Merujuk data yang dirangkum dari Statmuse dan situs Premier League itu, MU di bawah Amorim secara organisasi permainan relatif rapi dan dominan menguasai bola. Namun efektivitas jadi masalah utama karena kemenangan tidak diraih secara konsisten.
2 laga
2 menang
Win rate: 100%
Gol: 5
Kebobolan: 2
Rata-rata gol: 2,5 per laga
Poin per laga: 3,0
Sejak didaulat menjadi pelatih interim The Red Devils, Carrick baru memimpin dua laga. Tapi dampaknya langsung terasa. MU lebih efisien dan klinis, meski penguasaan bola tidak tinggi.
Skor: MU 0-1 Arsenal
MU dominan di penguasaan bola (61,1 persen) dan tembakan (22), namun gagal memaksimalkan peluang.
Arsenal hanya mencatat 9 tembakan, tetapi MU tetap kalah.
Skor: MU 0-3 Manchester City
MU gagal mencetak gol dan kebobolan tiga kali, menunjukkan kesulitan melawan tim papan atas.
Kesimpulan: Hasil vs dua rival besar menunjukkan tren dominasi statistik yang tidak berbuah hasil di era Amorim.
Skor: Manchester United 2-0 Manchester City
MU menang di derby meski tidak dominan bola (31,8 persen); efektif memanfaatkan peluang dan menjaga clean sheet.
Skor: Arsenal 2-3 Manchester United
MU menang meski kalah penguasaan bola (43,9 persen).
Kesimpulan: Carrick menunjukkan efisiensi serangan tinggi dan kemampuan memaksimalkan peluang meski penguasaan bola lebih rendah.
Perbandingan hasil langsung menunjukkan perbedaan yang mencolok:
MU di bawah Amorim:
kalah 0-1 vs Arsenal
kalah 0-3 vs Manchester City
dominasi bola tapi tidak


