Thomas Cup 2026: Penyesuaian Lapangan Jadi Evaluasi Anthony Ginting dkk
Anthony Sinisuka Ginting dkk dihadapkan pada tantangan teknis pada laga pertama Thomas Cup 2026. Mereka pun dituntut lebih cepat penyesuaian lapangan.
Demikian evaluasi Pelatih Kepala Tunggal Putra Indra Widjaja, usai menyaksikan penampilan atlet-atletnya melawan tim Aljazair di laga pertama babak penyisihan Grup D, pada Jumat (24/4) malam.
Tim beregu putra Indonesia sukses membungkam Aljazair dengan skor telak 5-0 di Forum Horsens, Horsens, Denmark. Akan tetapi kemenangan tersebut belum memuaskan secara keseluruhan penampilan tim Merah Putih.
"Semua tampil baik ya dan memang lawan belum terlalu kuat tapi anak-anak tetap kami persiapkan secara maksimal untuk menghadapi setiap match-nya," kata Indra seperti dikutip detikSport, dari video yang diunggah pada Instagram resmi PBSI.
"Penyesuaian lapangan akan bisa lebih baik untuk ketemu Thailand lusa, karena memang kami melihat sepertinya shuttlecock-nya agak kencang," ujar Indra mengevaluasi.
Pelatih kelahiran Cirebon, 16 Maret 1974 ini, menjelaskan persoalan laju shuttlecock yang cepat sejatinya sudah biasa dihadapi para pemainnya. Tinggal bagaimana ia dan tim pelatih lebih menyesuaikan lagi dengan taktik dan strategi yang akan dimainkan.
"Siapa lawan siapa kan kemungkinan besar kita sudah bisa tahu. Tinggal strategi mainnya," tuturnya.
"Kita sama-sama saling mengingatkan, saya juga memotivasi anak-anak. Yang penting target utamanya tampil maksimal, kalah menang yang penting kalian membanggakan," kata Indra.
Sementara itu, Anthony Ginting mengatakan bakal memanfaatkan waktu jeda sehari untuk memvisualisasi kembali pertandingan sebelumnya ke latihan.
"Dicoba apa yang mungkin tadi masih belum enak, coba buat semaksimal mungkin untuk siapin ke match berikutnya," kata Ginting.


