Angkat Besi Indonesia Waspadai Comeback Korea Utara di Asian Games 2026
Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) terus mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain mempersiapkan komposisi atlet terbaik, Indonesia juga mewaspadai meningkatnya persaingan menyusul kembalinya Korea Utara ke ajang internasional.
Asian Games 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Sebagai salah satu cabang olahraga andalan penyumbang medali, angkat besi dituntut tampil maksimal di tengah ketatnya persaingan level Asia.
Pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, menyebut kekuatan Korea Utara menjadi perhatian khusus. Sebelumnya, negara tersebut sempat absen dari sejumlah ajang internasional, termasuk Olimpiade Paris 2024, akibat sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
"Yang jelas persaingan semakin berat karena Korea Utara sudah terjun lagi. Kemarin di Olimpiade Paris kan mereka kena banned (larangan tanding). Jadi selain China, ada Korea Utara, juga musuh-musuh dari tuan rumah (Jepang)," kata Dirdja Wihardja kepada pewarta saat ditemui di Pelatnas Mess Kwini, Jakarta.
Selain memantau peta persaingan, PB PABSI juga tengah menyusun daftar atlet yang akan diberangkatkan ke Nagoya. Sebelumnya, Seleksi Nasional (Seleknas) telah digelar pada 17 Juni 2026 sebagai dasar penentuan skuad.
Dirdja menjelaskan Indonesia berupaya mengisi seluruh kuota yang tersedia. Setiap negara hanya diperbolehkan mengirimkan satu lifter di setiap kelas yang dipertandingkan.
"Kalau entry by number kan sudah untuk putri di kelas 49 kg, 61 kg, 68 kg, 77 kg, dan 86 kg. Sedangkan putra, ada kelas 60 kg, 65 kg, 75 kg, dan 85 kg. Kami berusaha untuk memenuhi kuota itu karena masing-masing negara hanya boleh mengirim satu untuk satu kelas," jelas Dirdja.
Hasil


