Tanggapan Lamine Yamal Soal Ketergantungan Barca Padanya
Winger Barcelona Lamine Yamal optimis timnya bisa menyingkirkan Atletico Madrid untuk melangkah ke semifinal Liga Champions. Ia pun bertekad menjadi protagonis dalam misi tersebut.
Barca menelan kekalahan 0-2 dalam leg pertama babak perempat final di Camp Nou pekan lalu. Itu artinya tim asuhan Hansi Flick wajib menang dengan selisih tiga gol pada leg kedua di Metropolitano pada Rabu (15/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Misi remontada diprediksi takkan mudah karena Barca kehilangan Pau Cubarsi yang terkena skorsing akibat kartu merah di leg pertama dan Raphinha yang cedera hamstring. Atletico juga dalam kondisi segar usai menyimpan sejumlah pemain kunci dalam laga melawan Sevilla akhir pekan lalu.
Namun Yamal yakin bisa melakukannya. "Kami harus bermain sesuai kemampuan kami. Intensitas tanpa kehilangan gaya permainan kami. Kita tidak bisa berpikir bahwa comeback adalah sebuah keajaiban," ujar Yamal pada Senin (13/4), dikutip Marca.
"Memang benar kami akan memulai laga dengan kondisi tertinggal 0-2, tetapi kami harus bermain sesuai cara kami."
"Kami berjanji (pada suporter) sekalipun nantinya kami tersingkir, kami akan berjuang sampai akhir, kami akan memberikan segalanya untuk lambang ini. Ini akan menjadi laga sembilan puluh menit atau lebih karena ini belum berakhir. Comeback itu masih mungkin, itulah mengapa kami di sini."
Performa Barca dikritik saat tumbang di leg pertama, terutama setelah bermain dengan 10 orang. Yamal saat itu dinilai 'menopang' timnya sendirian. Terkait hal tersebut, ia tak mempermasalahkannya.
"Untungnya saya bermain untuk Barca yang dihuni banyak pemain berkualitas. Saya rasa tak semuanya bergantung pada saya, tetapi jika memang demikian, saya tak akan keberatan. Kami memiliki banyak pemain yang dapat


