Soal Sepak Pojok 'Gulat' Ala Arsenal, Wasit Dituding Abai
Situasi sepak pojok yang berubah menjadi kontes battle royal menjadi sorotan di Liga Inggris musim ini. Manajer Everton David Moyes menyebut hal itu bisa terjadi karena wasit melakukan pembiaran.
Saat kalah 0-1 dari Manchester United awal pekan ini, gerak-gerik para pemain Everton saat mendapat sepak pojok mendapat kritikan. Mereka kerap memenuhi area depan gawang MU, terutama di sekitar kiper Senne Lammens.
Kondisi bak gulat smackdown dalam situasi set-piece ini bukan hanya terjadi sekali di Liga Inggris. Sejumlah tim pun ikut memakainya, dengan Arsenal menjadi pelopor sekaligus yang paling sukses dengan skema tersebut.
Moyes menyebut ia sebetulnya tak merencanakan hal itu sejak awal, namun ia melihat skema tersebut sebagai celah yang bisa dipakai karena wasit pun tak mencegahnya.
"Sejujurnya, bukan rencana kami agar tendangan sudut berakhir seperti itu. Tapi saya pikir ada masalah yang lebih besar di baliknya," kata Moyes, Jumat (27/2/2026), dikutip The Guardian.
"Hal itu dibiarkan terjadi, baik itu menghalangi kiper atau menghalangi bek, dan sekarang Anda merasa wasit benar-benar tidak ingin terlibat dalam hal itu. Ini hampir seperti bergulat, yang seharusnya tidak terjadi. Seharusnya tidak pernah sampai pada situasi ini, tetapi saya pikir sangat buruk bahwa mereka (wasit) tidak mencoba untuk menanganinya dengan cukup baik dan menghentikannya."
"Contohnya sekarang Anda diizinkan melakukan banyak blocking. Di zaman saya, jika Anda menghalangi seseorang, itu akan menjadi tendangan bebas. Tetapi menghalangi telah menjadi bagian besar dari permainan. Mari kita jujur, yang terbaik dalam hal ini adalah Arsenal: umpan yang bagus, gaya yang bagus, tetapi pada akhirnya ada banyak taktik licik di dalamnya seperti menghalangi


