Respons FIFA soal Wasit Piala Dunia 2026 Tertangkap Bikin Gestur Rasis
Dalam pernyataannya, FIFA mengaku telah menyelidikinya. Shaun Evans, yang bertugas jadi asisten VAR, dinilai tak terbukti bikin gestur OK yang menjadi simbol kebencian kaum supremasi kulit putih.
"Komite Disiplin independen FIFA dapat memastikan bahwa, setelah menyelidiki masalah yang melibatkan asisten wasit video Shaun Evans, tidak ditemukan bukti pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA. Komite Disiplin juga telah mencatat pernyataan dari Bapak Evans," kata Komite Disiplin FIFA.
Shaun Evans sebelumnya juga angkat suara membuat klarifikasi. Wasit asal Australia itu menegaskan tak bikin gestur semacam itu, melainkan refleks dan tak sadar melakukannya saat memegang pulpen.
"Satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan adalah bahwa gerakan itu merupakan kedutan yang tidak disengaja dan tidak disadari. Dan saya tidak menyadari saya telah melakukannya saat itu. Gambar-gambar yang diambil kemudian selama pertandingan menunjukkan saya mengulangi gerakan ini berkali-kali sambil memegang pulpen di antara jari-jari saya," jelas Shaun Evans.
"Liputan media setelah insiden ini sama sekali tidak mencerminkan siapa saya. Tentu saja, saya memahami bagaimana gestur tersebut diinterpretasikan dan saya menyesalinya, namun saya ingin sangat jelas dan tegas menyatakan bahwa saya tidak secara sengaja atau dengan niat membuat simbol tangan yang disarankan."
"Menjadi wasit di Piala Dunia adalah kehormatan terbesar dalam karier saya dan saya menantikan untuk mendukung rekan-rekan saya selama sisa turnamen," katanya.
Momen Shaun Evans bikin gestur tersebut terjadi di laga Jerman vs Curacao, Minggu (14/6) dini hari WIB. Wasit berusia 38 tahun itu bikin gestur oke dengan ibu jari dan telunjuk yang diarahkan ke bawah saat kamera menyoroti ruang


