Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Contacts

  • players.bio

Respons Erick Thohir soal Dugaan Rasisme di EPA U-20

Ketum PSSI, Erick Thohir angkat bicara mengenai dugaan rasisme di Elite Pro Academy (EPA) U-20. Ia mengingatkan semua pihak untuk saling respek dan empati.

Kasus aksi tidak terpuji di EPA U-20 diduga berawal dari hinaan. Pemain Bhayangkara U-20 Fadly Alberto dikabarkan dihina oleh anggota Dewa United dalam laga EPA U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

Erick Thohir mengecam segala bentuk ucapan, ungkapan, maupun perilaku rasisme dalam sepakbola nasional. Dalam kompetisi pembinaan dan juga profesional, setiap peristiwa yang mengandung unsur rasisme harus disikapi serius, tegas, dan bertanggung jawab oleh semua pihak, termasuk operator kompetisi dan para klub.

Di sepakbola usia muda tidak boleh hanya berfokus pada hasil pertandingan atau kemampuan teknis pemain. Menurutnya, pembinaan yang benar harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, pengendalian emosi, penghormatan kepada lawan, dan kepatuhan terhadap aturan pertandingan serta keputusan wasit.

"FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepakbola. Baik di kancah internasional dan juga nasional," kata Erick Thohir dalam pernyataannya, Rabu (22/4/2026).

"Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit. Prestasi tidak cukup hanya dengan skill. Prestasi harus ditopang karakter dan watak yang baik," ujarnya menambahkan.

Karena itu, Erick Thohir meminta I-League sebagai operator Elite Pro Academy (EPA) dan juga kompetisi Liga 1 dan Liga 2, serta klub-klub peserta kompetisi tersebut, tak pernah berhenti dan terus menegakkan sikap saling menghargai dan empati antar pemain.

PSSI juga meminta agar sosialisasi mengenai anti-rasisme,

Read more on sport.detik.com
DMCA