Presiden FIGC Akui Dekati Guardiola untuk Latih Italia, tapi...
Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Giovanni Malago mengakui pihaknya mendekati Pep Guardiola untuk jabatan pelatih tim nasional. Namun itu bukan berarti sudah terjalin kesepakatan.
Guardiola muncul sebagai kandidat untuk menggantikan Gennaro Gattuso yang mundur usai Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Pelatih asal Spanyol itu sedang nganggur usai meningggalkan Manchester City pada akhir musim lalu.
Laporan di Italia menyebut direktur teknik Italia Paolo Maldini dan penasihat teknis Leonardo Araujo telah terbang ke Barcelona akhir pekan lalu untuk berbicara dengan Guardiola. Kabar ini membuat para fan Gli Azzurri senang tapi juga bingung.
Sebab gaji Guardiola dinilai amat mahal, di luar anggaran yang bisa dipenuhi FIGC. Belum lagi ia pernah bilang ingin rehat dulu dari sepak bola agar bisa lebih dekat dengan keluarga.
Malago menyebut gaji bukan masalah. Hanya saja, saat ini tak ada jaminan bahwa Guardiola akan menerima tawaran tersebut.
"Bukan berarti bahwa (pembicaraan dengan Guardiola) ini akan membuahkan hasil, tetapi saya percaya itu tepat dan penting untuk membuka dialog dan menjaga agar tetap hidup," kata Malago dalam podcast 'Cronache di Spogliatoio' dan dikutip ESPN.
"Pembicaraan dengan Guardiola ini sama sekali bukan karena kurangnya rasa hormat terhadap kandidat lain, yang telah memulai diskusi (dengan kami), dan menambahkan nama lain sama sekali tidak akan mengurangi proses tersebut."
"Ada juga pertimbangan keuangan dan anggaran. Dalam jangka pendek hingga menengah, mengatakan bahwa kita harus mengencangkan ikat pinggang adalah pernyataan yang meremehkan. Namun, beberapa pengecualian telah dibuat, yang mungkin berkaitan dengan nama yang begitu dominan saat ini," jelas Malago, merujuk pada Guardiola.


