Players.bio is a large online platform sharing the best live coverage of your favourite sports: Football, Golf, Rugby, Cricket, F1, Boxing, NFL, NBA, plus the latest sports news, transfers & scores. Exclusive interviews, fresh photos and videos, breaking news. Stay tuned to know everything you wish about your favorite stars 24/7. Check our daily updates and make sure you don't miss anything about celebrities' lives.

Contacts

  • players.bio

Prancis Nggak Ikutan Boikot Piala Dunia 2026

Muncul ajakan negara-negara Eropa boikot Piala Dunia 2026, karena Amerika Serikat mau caplok Greenland. Menteri Olahraga Prancis menolak boikot itu.

Panas geopolitik antara Amerika dan Uni Eropa. Itu gegara Presiden Trump mau caplok Greenland yang merupakan kekuasaan Denmark.

Negara-negara Eropa kabarnya menyerukan boikot Piala Dunia 2026. Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

Apalagi, AS sudah luncurkan aturan larangan visa bagi banyak negara. Celakanya, ada beberapa negara peserta Piala Dunia yang kena seperti Senegal dan Pantai Gading.

Tim dan stafnya masih bisa datang ke AS, tapi tidak bagi suporternya!

Dilansir dari ESPN, Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari tidak mau membiarkan isu liar bergulir lama-lama. Mereka tidak mau ikutan aksi boikot Piala Dunia 2026.

"Saat ini, kementerian tidak memiliki keinginan untuk memboikot kompetisi besar yang sangat dinantikan ini," katanya dilansir dari ESPN.

"Meskipun demikian, saya tidak menghakimi apa yang mungkin terjadi," sambungnya.

Di Prancis, anggota parlemen sayap kiri Eric Coquerel mengatakan Prancis harusnya ikutan boikot Piala Dunia 2026. Sebab AS, dinilainya sudah lebihi batas!

"Serius, bisakah kita benar-benar membayangkan bermain di Piala Dunia sepakbola di negara yang menyerang 'tetangganya,' mengancam untuk menyerang Greenland, merusak hukum internasional, dan ingin menghancurkan PBB?" katanya dalam sebuah pesan yang diunggah di media sosial.

"Pertanyaan ini benar-benar muncul, terutama karena masih ada kemungkinan untuk memfokuskan kembali acara tersebut hanya di Meksiko dan Kanada," tulisnya.

Read more on sport.detik.com
DMCA