PON 2028 Berpeluang Tambah Provinsi Penyangga
Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang sedianya digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) berpeluang ditambah provinsi penyangga. Kemenpora menunggu keputusan KONI Pusat.
Hal tersebut disampaikan Menpora Erick Thohir menyoal hasil pertemuannya dengan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Sekretaris Jenderal Ade Lukman.
Dalam diskusi yang digelar di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, tidak hanya membahas NTT dan NTB yang tetap menjadi tuan rumah bersama PON 2028. Tapi juga menyasar soal ketersediaan venue yang akan digunakan.
Menpora Erick Thohir meminta agar tidak ada pembangunan fasilitas olahraga yang baru. Hal ini juga menyesuaikan dengan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri agar lebih memaksimalkan fasilitas olahraga yang ada.
"Dengan situasi saat ini memang pembangunan fasilitas tambahan itu tidak memungkinkan. Karena kita tahu dari hasil kerja sama kami dengan Menteri Dalam Negeri Pak Tito, banyak sekali fasilitas-fasilitas yang tidak maksimal. Termasuk fasilitas olahraga tentunya. Jadi, salah satunya tidak ada venue baru," kata Erick.
Berangkat dari kondisi itu, kata Erick, harapannya KONI bersama NTT-NTB bisa mengadakan Rakornas untuk membuka potensi penambahan provinsi tertentu sebagai supporting system.
"Jadi tuan rumahnya tetap NTT-NTB tetapi provinsi tertentu yang punya fasilitas bisa dipergunakan. Saya sangat welcome, saya sangat terbuka, tetapi saya tunggu keputusan KONI, baru saya mengeluarkan surat secara resmi mengenai tuan rumah NTT dan NTB dibantu provinsi mana sebagai penyangga. Saya enggak tahu," ujar Menpora berusia 55 tahun tersebut.
Erick mengatakan keputusan ini memerlukan payung hukum supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
"Payung


