Piala Presiden 2026: Berdaya Guna Dalam dan Luar Lapangan
Perhelatan Piala Presiden langgeng digelar hingga tahun 2026. Turnamen awal musim itu kian berdaya guna di dalam dan luar lapangan.
Di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026), edisi keenam resmi dibuka. Opening ceremony berjalan megah, dengan berbagai hiburan yang disuguhkan. Performa dari Edo Kondoligit, Toton Carbio, dan Jackson Herban menjadi salah satunya.
Sejumlah pejabat teras juga hadir. Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir dalam acara pembukaan.
Dua pertandingan digelar pada Sabtu pekan ini. Hasilnya, DPMM (Brunei Darussalam) berhasil memetik kemenangan 2-1 atas Tampines Rovers (Singapura), lalu Persib Bandung menaklukkan Arema FC.
Di Piala Presiden kali ini, ada delapan tim yang berpartisipasi. Selain keempat tim itu, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan Port FC (Thailand) yang ambil bagian.
Dalam sejarahnya, Piala Presiden digelar pertama kali untuk mengisi kekosongan kompetisi di Indonesia pada 2015 akibat sanksi FIFA. Kini, ajang ini beralih menjadi ajang tahunan pramusim.
Tak sekadar melibatkan klub domestik, keikutsertaan klub dari mancanegara di Piala Presiden juga ditambah. Dua tim berpartisipasi pada edisi Piala Presiden 2025, tahun ini ada tiga.
Keterlibatan klub luar negeri ini penting buat perkembangan sepakbola di tanah air. Tim-tim di Indonesia bisa secara langsung mengukur perkembangan dibanding dengan klub-klub di luar negeri.
Mengapa itu penting? Dua tim teratas Super League juga berkompetisi di kancah ASEAN dan kancah Asia, oleh karena itu agar lebih berprestasi klub-klub Indonesia harus mengetahui kekuatan dan kelemahan


