Piala Dunia 2026: Sukses di Sunderland, Granit Xhaka Bisa Gendong Swiss?
Kiper Yann Sommer dan bek Fabian Schar adalah sedikit dari pemain kunci Swiss. Kedua pemain itu kini sudah menyatakan pensiun dari tim nasional.
Xherdan Shaqiri, yang dikenal sebagai bintang Swiss karena momen-momen eksplosif, juga sudah pensiun di tim nasional. Dia padahal dikenal sebagai "Messi-nya Swiss".
Granit Xhaka kemudian harus menanggung tanggung jawab penuh dalam skuad Swiss. Gelandang milik Sunderland itu berhasil menjadi pemimpin di lapangan untuk membawa Swiss ke Piala Dunia 2026.
Swiss menjadi juara Grup B di Kualifikasi zona Eropa dengan mengemas 14 gol. Gawang Swiss juga cuma kebobolan dua kali dalam enam laga.
Granit Xhaka sudah tampil luar biasa selama Premier League musim 2025/2026 bersama Sunderland. Kedatangannya langsung membawa The Black Cats ke pentas Eropa, padahal berstatus tim promosi dari Championship.
Pemain berusia 33 tahun itu tidak mau Swiss sebagai penghibur di Piala Dunia 2026. Dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya, Swiss selalu kandas di babak 16 besar.
"Selama saya masih punya keinginan untuk menaklukkan prestasi baru, dan dengan tekad seluruh tim, saya akan turun ke lapangan. Kami ingin mewujudkan mimpi tim nasional Swiss," kata Xhaka sebelum bertolak ke Amerika Serikat.
Mungkin, dalam penampilan Piala Dunia keempatnya, Granit Xhaka bukan lagi pemuda impulsif seperti dulu. Kini, dia memikul tanggung jawab untuk berbagi pengalaman dan semangat kompetitifnya dengan pemain-pemain muda.
Generasi demi generasi terus berganti. Ini mungkin penampilan Piala Dunia terakhirnya, tetapi Granit Xhaka berjuang agar pulang dengan rasa bangga.
Laga pertama Swiss melawan Qatar di Grup B. Duel ini berlangsung di Levi's Stadium, Santa Clara, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.
(ran/adp)


