Pentingnya Pilates Bagi Atlet
Pilates kini sudah jadi tren di kalangan masyarakat, tak terkecuali atlet. Sebab, pilates penting menunjang performa atlet.
Bagi atlet, pilates bukan sekadar latihan fisik biasa, melainkan metode pengkondisian tubuh (cross-training) yang krusial. Olahraga ini berfokus pada penguatan otot inti (core), peningkatan fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh.
Maka jangan heran jika banyak atlet yang menambahkan pilates dalam program latihan mereka untuk memberikan dampak langsung ke performa. Sebut saja Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah yang rutin melakukan pilates.
Jangan heran jika Ronaldo dan Salah tetap tajam sekalipun sudah berusia kepala tiga. Dengan rutin melakukan pilates, para pemain lebih aman dari cedera dan punya proses pemulihan lebih cepat.
Bahkan setiap cabang olahraga punya cara pilates yang berbeda. Nah, layaknya atlet, masyarakat di daerah urban Indonesia sudah menjadikan pilates sebagai gaya hidup mereka.
Sebab dengan melakukan pilates secara rutin, maka para pelakunya bisa lebih rileks dan fokus di tengah gaya hidup urban yang begitu cepat. Pilates kini tidak lagi berkutat pada postur tubuh, fleksibilitas, dan kekuatan core.
Namun, latihan ini juga dapat mendukung sesuatu yang lebih dalam; bagaimana bergerak, fokus, berkoordinasi, dan menjaga ketajaman mental.
Sebuah uji klinis acak yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan bahwa program Pilates selama 12 minggu pada perempuan berusia lanjut dapat meningkatkan verbal fluency, fungsi eksekutif, kekuatan tubuh bagian bawah, dan fleksibilitas fungsional. Studi tersebut menyimpulkan bahwa Pilates berpotensi meningkatkan kemampuan kognitif dan fungsional pada perempuan lanjut usia.
Maka dewasa ini banyak


