Pemain Timnas Putri Iran yang Minta Suaka di Australia Bertambah
Pemain Timnas Putri Iran yang meminta suaka di Australia bertambah. Satu penggawa The Lionesses bertahan di Negeri Kanguru setelah mendapat pesan dari ibunya.
5 Pemain Timnas Putri Iran meninggalkan kamp latihan tim usai tersingkir dari Piala Asia Wanita pada Senin (9/3/2026). Kelimanya kabur ke safety house untuk meminta suaka kepada tuan rumah Australia.
Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi mendapat penampungan dari pemerintah Australia. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberikan visa kemanusiaan kepada kelima pemain tersebut.
"Kami bersedia memberikan bantuan kepada anggota tim lainnya, mengingat ini adalah situasi yang sangat sensitif, dan itu terserah mereka. Namun kami katakan kepada mereka, jika Anda menginginkan bantuan kami, bantuan ada di sini, dan kami akan memberikannya," kata Albanese selama konferensi pers hari Selasa (10/3).
Kelima pemain Timnas Putri Iran meminta suaka karena khawatir akan keselamatan diri mereka di kampung halaman. The Lionesses dicap 'pengkhianat' oleh rezim berkuasa Iran setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat pertandingan pertama Piala Asia Wanita 2026 kontra Korea Selatan.
Menukil VOA Farsi, pemain Timnas Putri Iran yang memilih bertahan di Australia dan meminta suaka bertambah. Kali ini winger Golnoosh Khosravi yang enggan terbang ke kampung halamannya.
Khosravi memutuskan tinggal di Australia setelah mendapat pesan dari ibunya di Iran. Dia diminta tidak balik ke Iran demi keselamatan dirinya.
یکی دیگه از بازیکنان فوتبالیست زن—گلنوش خسروی—قبل از ترک استرالیا، پیام والدینش از ایران رو که گفتن «برنگرد و بمون اونجا. اگر برگردی اعدامت میکنن»، دریافت کرد و درست قبل از سوار شدن به هواپیما به مقصد سریلانکا، درخواست


