Messi Dulu Ambisius, Kini Jadi Banyak Bersyukur
Di pengujung kariernya sebagai pesepakbola, Lionel Messi bersyukur telah memenangi semua gelar yang bisa dikejar baik bersama klub maupun timnas. Kini ia bisa lebih santai menikmati hidup.
Sejak muda, Messi yang telah menjadi fenomena amat terobsesi meraih banyak gelar. Di usia 22 tahun, ia bisa dibilang telah menamatkan sepakbola Eropa dengan meraih enam gelar dalam setahun bersama Barcelona serta memenangi Ballon d'Or pertama.
Ia lalu melanjutkan kariernya dengan terus menambah koleksi trofi. Total ia sudah memenangi 40 gelar mayor di level klub, dengan yang terbaru gelar MLS Cup bersama Inter Miami akhir tahun lalu.
Meski begitu, ia harus melalui jalan berliku untuk bisa memberikan gelar bagi Timnas Argentina di level senior. Ia baru memenangi Copa America untuk pertama kalinya di usia 34 tahun setelah selalu kalah di tiga partai final sebelumnya.
Ia juga baru meraih gelar Piala Dunia pada tahun 2022, delapan tahun setelah ia menelan kekalahan di final ajang tersebut. Setelah meraih semua itu, Messi pun tak lagi tertekan.
"Sekarang saya lebih rileks, dan lebih santai," ujar Messi, dikutip dari Tribuna.
"Saya bukan tipe orang yang banyak bicara, meskipun belakangan ini saya lebih banyak bicara daripada yang saya lakukan sepanjang karier saya. Saya tidak terlalu menyukai ini, dan terutama 'penampilan' setelah itu."
"Saya cukup beruntung memenangkan banyak hal, yang dulu saya tidak hargainya sepenuhnya, karena saya langsung memikirkan untuk memenangi hal berikutnya. Sekarang saya menikmatinya dengan cara yang berbeda; hari ini saya lebih menghargai setiap hari, mengapresiasi apa yang telah saya capai," tegas Messi.


