Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda serta menyongsong puncak bonus demografi, Menpora Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dispora dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.
Pesan dan arahan strategis tersebut disampaikan Erick dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Jakarta, yang dihadiri jajaran Kemenpora serta kepala dinas dan pimpinan Dispora dari seluruh Indonesia.
Menpora berusia 56 tahun ini mengatakan perlunya perubahan pola pikir (mindset) agar olahraga dipandang sebagai investasi keekonomian, kesehatan, dan pembentukan karakter bangsa.
Erick memaparkan bahwa potensi sport industri dan sport tourism sangat besar. Potensi industri olahraga global mencapai Rp8.000 triliun, sementara Indonesia baru menggarap sekitar Rp40 triliun (0,5%).
Ia pun mendorong daerah mengoptimalkan sport tourism (seperti MotoGP Mandalika dengan dampak ekonomi Rp5,2 triliun maupun potensi wisata selancar/surfing daerah) yang terjangkau dan berdampak langsung pada perekonomian lokal.
"Pemerintah daerah didorong melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan aset daerah," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2026).
Selain itu, Erick juga meminta agar fasilitas olahraga tidak mangkrak atau menyedot anggaran perawatan, Kemenpora bersama Kemendagri dan Kementerian UMKM telah menerbitkan payung hukum SKB 3 Menteri.
Dia juga mengajak stakeholder di daerah untuk mengaktifkan ajang olahraga masyarakat seperti Car Free Day (CFD) di 514 kota/kabupaten guna meningkatkan partisipasi olahraga, menekan beban anggaran kesehatan daerah, serta membentuk kedisiplinan generasi muda.
Selain itu, Erick


