Maraknya Tragedi Pesepakbola Tersambar Petir, Ada dari Indonesia
Beberapa tahun terakhir, tercatat tragedi pesepakbola-pesepakbola di dunia yang meninggal dunia karena tersambar petir. Ada dari Indonesia juga.
Terbaru, pesepakbola dari Thailand meninggal dunia tersambar petir pada Selasa (4/8) bernama Safwan Awae. Peristiwanya terjadi di Stadion Santiphap, distrik Su-ngai Kolok, Provinsi Narathiwat pada kompetisi Golok FA Cup.
Petir menyambar stadion, membuat sembilan orang terluka. Safwan alami luka paling parah, akhirnya meninggal dunia walau sudah dilarikan ke rumah sakit.
Dilansir dari VNExpress, beberapa tahun terakhir marak tragedi pesepakbola tewas tersambar petir. Di tahun 2023, Caio Henrique De Lima Goncalves tewas tersambar petir saat bertanding membela Uniao Jaiirense di sebuah kompetisi di Brasil.
Di tahun 2024 ada dua tragedi, yaitu Septian Raharja di Indonesia dan De La Cruz Meza di Peru. Septian meninggal dunia di Stadion Siliwangi, Bandung.
Saat itu, Septian dan teman-temannya sedang bermain sebuah laga persahabatan di Stadion Siliwangi. Septian memperkuat FBI Subang menghadapi 2Flo FC Bandung.
Kejadiannya pada pukul 15.30 WIB. Mulanya cuaca cerah tapi kemudian berawan dan petir menyambar. Sambaran pertama ke alat penangkal yang ada di stadion. Hanya berselang satu detik, petir kedua kembali menyambar.
De La Cruz Meza tersambar petir saat meninggalkan lapangan untuk menghindari hujan deras dalam pertandingan amatir antara Juventud Bellavista dan Familia Chocca di Huancayo, Peru. Pihak berwenang menyimpulkan bahwa Cruz Meza tewas karena mengenakan gelang logam yang menarik sambaran petir.
Saksikan Live DetikSore :


