Manajemen Gerak Jadi Fokus Tim Lead dan Boulder Jelang Asian Games 2026
Panjat tebing Indonesia nomor lead dan boulder berbenah menuju Asian Games 2026. Terutama soal manajemen gerak yang dinilai masih kurang optimal.
FPTI telah mengantongi 10 tiket untuk Asian Games di Aichi-Nagoya, pada 19 September hingga 4 Oktober. Enam kuota di antaranya datang dari cabang disiplin lead dan boulder.
Yaitu Raviandi Ramadhan yang akan main di dua cabang disiplin lead dan boulder putra, Putra Tri Ramadani (lead), Ravianto Ramadhan (boulder), Alma Ariella Tsany, dan Sukma Lintang Cahyani (lead putri).
Pelatih Lead dan Boulder Amri mengatakan hasil dari Asian Championship 2026 sejatinya sudah memenuhi ekspektasi pelatih. Namun tetap perlu ada yang ditingkatkan demi hasil maksimal di Asian Games mendatang.
"Melihat anak-anak itu ekspektasinya sangat bagus. Manjatnya bagus semua, enggak ada mentalnya down. Benar-benar maksimal," kata Amri saat ditemui pewarta di Pelatnas Panjat Tebing, di kawasan Bekasi.
"Tapi ada beberapa anak, saat manjat itu khususnya lead yang melakukan pemanjatannya terlalu slow. Waktu memanjat itu kan enam menit dan gerakannya tergantung jalur yang disediakan. Nah rata-rata jalur kompetisi itu jalur strenght, power, tapi kadang-kadang gerakannya kurang (cepat)."
"Namanya itu manajemen gerak dan itu yang kami evaluasi, berharap mereka bisa mengubah manajemen geraknya supaya bisa lebih cepat. Sedangkan kita semakin merintis ke atas, tenaga tangan semakin habis. Kalau kita manjatnya slow, maka tenaga tangan kita semakin habis. Itu yang akan kami tingkatkan," lanjutnya.
Meski begitu, peraih mesali emas Lead SEA Games 2011 ini, menyebut bahwa lead dan boulder Indonesia sudah berada di jalur yang benar. Terlebih di Asian Championship, para atletnya berhasil mengamankan kuota.
Lantas bagaimana


