Malam Anti-klimaks Persija di SUGBK Saat Dibungkam Arema
Persija Jakarta kalah dari Arema FC pada pekan ke-20 Super League 2025/26. Kekalahan ini menandai malam anti-klimaks di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Bermain di depan lebih dari 50 ribu penonton, Minggu (8/2/2026), Persija bertanding dengan motivasi tinggi. Kemenangan beruntun diraih Persija dalam dua laga sebelumnya.
Selain itu, Persija juga baru kedatangan tujuh pemain anyar dalam bursa transfer tengah musim. Hal itu kian menunjukkan ambisi besar Macan Kemayoran.
Dengan kondisi tersebut, Persija malah kalah 0-2 di SUGBK lewat brace yang dicetak Gabriel Silva di ujung laga. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Persija dalam laga kandang musim ini.
"Babak pertama tidak dapat kesempatan, Arema tidak memberi ruang buat kami. Kami tahu untuk mendapat ruang itu harus melakukan sesuatu. Keputusan itu tidak bisa dilakukan dengan baik," kata Pelatih Persija Mauricio Souza saat memberikan keterangan seusai laga.
"Alaaeddine (Ajaraie) dan Maxwell (Souza) tukar posisi, kemudian permainan menjadi lebih baik dan bisa mengontrol pertandingan. Arema main bola panjang dan serangan balik. Jadi kami mencoba menyerang mencetak gol," ujarnya menambahkan.
Bek kiri Persija Donny Tri Pamungkas ogah berkecil hati dengan kekalahan ini. Ia ingin tetap menatap pertandingan ke depan dengan opstimistis.
"Semua pemain sudah bekerja keras, memang bukan hasil yang diinginkan. Kami evaluasi apa yang perlu, dan fokus ke pertandingan selanjutny," ucap Donny.
Selain kalah, Persija juga semakin tertinggal dalam persaingan gelar juara. Raihan 41 poin Persija tertinggal enam angka dengan Persib Bandung di puncak (47 poin) dan lima angka dengan Borneo FC Samarinda di posisi ke-2 (46 poin).
Persija tertinggal dari para pesaingnya karena Persib dan Borneo


