Liverpool dan Problema Kebobolan di Menit Akhir
Liverpool gagal meraih kemenangan atas Tottenham Hotspur usai kebobolan di menit akhir waktu normal. Untuk kesekian kalinya mereka jatuh ke jurang yang sama, seolah tak pernah belajar.
Menjamu Spurs yang belum merasakan kemenangan sejak akhir Januari pada Minggu (15/3/2026), Liverpool unggul lebih dulu lewat gol tendangan bebas Dominik Szoboszlai di babak pertama. Namun setelah itu, The Reds gagal menambah keunggulan.
Tuan rumah bahkan hanya memiliki empat shot on target sepanjang laga. Bandingkan dengan Spurs yang memaksa kiper Allison Becker melakukan enam save dari tujuh tembakan yang mengarah ke gawangnya. Satu tembakan lainnya berujung gol pengimbang tim tamu.
Apesnya, gol yang dicetak Richarlison itu tercipta di menit ke-90. "(Kebobolan) di menit akhir lagi, saya tak tahu sudah berapa kali terjadi di musim ini," ujar Szoboszlai di Sky Sports usai laga.
Ini memang bukan kali pertama tim asuhan Arne Slot lengah di pengujung laga. BBC mencatat delapan kali Liverpool kebobolan di menit ke-90 atau setelahnya di Premier League musim ini, melewati 'capaian' musim 2010-11, yakni tujuh kali.
Semua kelengahan itu membuat Liverpool kehilangan poin, dengan rincian lima kali kalah (dari Crystal Palace, Chelsea, Bournemouth, Manchester City dan Wolverhampton Wanderers) serta tiga kali ditahan imbang (oleh Leeds United, Fulham, dan Spurs).
Liverpool juga jadi kehilangan banyak poin. Dari yang seharusnya bisa mengamankan paling tidak 14 poin dari delapan laga itu, pada akhirnya mereka cuma bisa mendapat tiga. Tak heran bila mereka kini duduk di urutan lima klasemen Liga Inggris musim ini dengan 49 poin dari 30 laga.
"Kami sama sekali tidak membantu diri kami sendiri. Sudah berkali-kali musim ini kami menciptakan lebih banyak


