Liverpool dan 'Hobi' Lepas Pemain Akademi
Belakangan, Liverpool seperti hobi melepas para pemain akademi. Beberapa pemain sudah pergi, Curtis Jones menyusul?
Paling mencuri perhatian, saat Trent Alexander-Arnold cabut dari Liverpool ke Real Madrid di musim panas 2025. Sang bek sayap pergi dengan status bebas transfer.
Trent sudah menangi seluruh gelar bersama The Reds. Pihak klub mau perpanjang kontrak, tapi kesepakatan tak kunjung ketemu. Trent sempat bermimpi jadi kapten Liverpool di masa depan, apa daya akhirnya berpisah.
Selain itu, ada beberapa pemain akademi Liverpool yang pergi di musim panas kemarin. Jarell Quansah dilepas ke Bayer Leverkusen, meski Liverpool punya klausul pembelian kembali.
Kiper Kelleher dijual ke Brentford. Sempat digadang-gadang jadi penerus Alisson, Kelleher gerah cuma jadi cadangan melulu.
Winger muda berusia 20 tahun, Ben Gannon-Doak dijual Liverpool ke Bournemouth. Liverpool punya klausul pembelian balik lima tahun lagi.
Gelandang bertahan Tyler Morton dijual ke Lyon. Pemain berusia 23 tahun itu langsung jadi andalan di lini tengah.
Harvey Elliot juga dipinjamkan ke Aston Villa, sementara Curtis Jones mau cabut dan sepertinya akan dipinjamkan ke Inter Milan.
Liverpool terkenal sebagai salah satu tim yang mampu melahirkan pemain-pemain muda bertalenta. Namun kini, Si Merah gemar belanja dan lebih memilih melepas jebolan-jebolan akademinya (walau masih punya klausul pembelian balik).
Apa ini strategi yang oke atau malah berujung buruk?


