Lika-liku Egy Maulana Vikri di Timnas Indonesia
Bakat menonjol menjadikan Egy Maulana Vikri pemain andalan di berbagai kelompok usia Timnas Indonesia. Saat naik ke senior, ia merasakan kerasnya persaingan.
Kepiawaiannya dalam mengolah bola mengantar Egy ke Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan sejak 2013 atau di usianya yang ke-13. Sejak usia 14 tahun, Egy sudah membela Indonesia di pentas internasional bersama Timnas U-16.
Namanya semakin harum ketika menjadi pemain terbaik Gothia Cup U-15 2015 dan membawa timnya menjadi juara. Ia kemudian naik kelas ke Timnas U-19 sejak 2017.
Bersama Timnas U-19, ia mendapatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee berkat penampilannya di Toulon Tournament 2017. Penampilan istimewa Egy membuat Indra Sjafri- yang dipercaya menangani berbagai timnas kelompok usia- begitu kagum dengan bakat sang pemain muda.
"Egy berbeda dengan pemain lain. Dia istimewa. Yang penting, jangan berhenti belajar," kata Indra Sjafri pada awal 2018.
Kemudian Egy naik kelas lagi, ia dipanggil Timnas U-23 dan debut pada laga kontra Suriah tak lama setelah membela Timnas U-19. Setahun kemudian Egy juga sudah debut timnas senior saat beruji coba melawan Islandia pada 14 Januari 2018.
Di tahun yang sama, Egy memilih berkarier di Eropa dengan memperkuat klub Polandia Lechia Gdansk. Setelah minim kesempatan, sehingga memilih pindah ke klub Slovakia, Senica, pada 2021.
Setahun kemudian ia pindah lagi ke sesama klub Slovakia, Zlaté Moravce. Sampai akhirnya Egy pulang ke tanah air dengan memperkuat Dewa United pada 2023.
Masa-masa berkarier di Eropa bisa dibilang merupakan periode berat. Selain jarang mendapat kesempatan bermain, Egy juga mulai kesulitan mendapat panggilan timnas senior sejak debutnya pada 2018.
Egy baru dipanggil lagi pada ajang uji coba Timnas


