Liga Champions: Liverpool Mesti Lebih Keras Lagi di Leg Kedua
Liverpool pulang dengan kekalahan dari lawatan ke Galatasaray. Kapten Si Merah Virgil van Dijk menyebut timnya perlu main lebih alot dan keras di leg kedua.
Liverpool kalah 0-1 saat tandang ke RAMS Park, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Gol Mario Lemina pada menit ketujuh gagal dibalas meski wakil Inggris itu main cukup dominan.
Di antara problem-problem yang dialami Liverpool adalah penyelesaian akhir. Hugo Ekitike dkk sebenarnya punya sejumlan momen bagus, namun gagal memaksimalkannya.
Sementara aspek lain yang secara tersirat diakui Van Dijk kurang adalah perihal duel-duel. Ia merasa timnya kurang berani memasuki duel-duel dan perebutan bola kedua.
Galatasaray memulihkan bola sebanyak 51 kali, berbanding hanya 43 yang dilakukan Liverpool. Dalam hal kegigihan pun tampak ketimpangan kedua tim, sebab tuan rumah menjangkau hingga 112,2 km sementara Liverpool hanya 109,2 km.
"Kami harus berjuang, kami mesti memantaskan diri. Kami harus memenanginya hak untuk lolos. Pekan depan itu penentuan. Kami main di rumah dan harus menunjukkan kalau kami ingin dan pantas lolos, pertama-tama, dalam cara main, dalam bertahan, dan menyerang," kata Van Dijk dikutip Liverpool Echo.
"Kami harus mendapatkan hak itu. Kami harus memperjuangkannya, dalam duel-duel, dalam perebutan bola kedua. Kami sudah menunjukkannya di beberapa laga dan juga kurang di beberapa laga lainnya, dan itulah sebab kami inkonsisten."
"Tapi itu sesuatu yang ingin kami perbaiki dan jadi target. Kalau kami mau lolos, jelas kami harus menunjukkan itu pada Rabu depan. Itulah hal-hal utamanya dan bersama-sama di rumah kami, dengan para suporter, semoga kami bisa membuat malam yang menakjubkan."
"Apa saya melihat modal yang cukup


