Liga Champions: Guardiola Bantah Arsenal dapat Jalur Mudah di Fase Gugur
Hasil undian 16 besar Liga Champions dinilai lebih menguntungkan bagi tim-tim besar yang berada di bagan sebelah kanan. Namun manajer Manchester City Pep Guardiola menilai level kesulitannya sama saja.
Pada undian yang dilakukan di Nyon, Swiss pada Jumat (27/2/2026) lalu, bagan kiri banyak diisi tim yang pernah menjadi juara Liga Champions. Sebut saja Paris Saint-Germain, Chelsea, City, Real Madrid, Liverpool, dan Bayern Munich. Hanya Atalanta dan Galatasaray yang belum pernah juara.
Sedangkan di bagan kanan banyak diisi tim kuda hitam seperti Newcastle United, Atletico Madrid, Tottenham Hotspur, Bodo/Glimt, Bayer Leverkusen, dan Sporting CP. Barcelona dan Arsenal yang juga berada di sana dianggap mendapat keuntungan.
Skema drawing di atas memberi kesan bagan kiri akan terjadi banyak duel keras sementara bagan kanan lebih 'ringan'. Namun Guardiola menilai anggapan itu sama saja dengan meremehkan kualitas tim-tim yang ada.
Biar bagaimana pun, keberhasilan para underdog itu mencapai fase 16 besar membuktikan bahwa tak ada tim yang boleh dipandang sebelah mata. Contohnya saja Bodo/Glimt yang berhasil menyingkirkan finalis musim lalu, Inter Milan.
"(Anggapan) itu akan sangat tidak sopan, misalnya terhadap Newcastle, Barcelona, Atletico Madrid, atau Spurs. Liga Champions sangat sulit," ujar Guardiola, dikutip ESPN.
"Saya tidak bilang (melawan Real) Madrid tidaklah sulit, semua orang tahu itu, tetapi tim-tim lain yang Anda hadapi -- Anda bisa menyebutkan tim mana pun, semuanya memiliki 'trik'."
"Jika Anda ingin lolos di kompetisi ini sekarang, Anda harus menang melawan tim-tim terbaik, jika tidak, maka Anda tidak pantas mendapatkannya," tegas pelatih asal Spanyol itu.


